Vokers, Blok M seolah menjadi “negara” baru di Indonesia. Berbagai tren viral, mulai dari pakaian, kuliner, hingga tempat nongkrong, bisa ditemukan di kawasan Jakarta Selatan ini. 

Namun, di balik popularitasnya, Blok M memiliki sejarah panjang yang membuatnya tetap menjadi salah satu pusat aktivitas warga Jakarta hingga sekarang.

Berawal dari Perencanaan Kota Baru

Mengutip Kompas.id, Blok M merupakan bagian dari kawasan Kebayoran Baru yang dirancang sebagai kota baru pada akhir 1940-an. Kawasan ini dibagi menjadi sejumlah blok yang diberi nama berdasarkan huruf alfabet, mulai dari A hingga S. Blok M direncanakan menjadi pusat kegiatan komersial.

Setelah pembangunan Kebayoran Baru berlanjut, Blok M berkembang menjadi kawasan perdagangan sekaligus simpul transportasi. 

Pada 17 Juni 1968, Pasar Blok M dan Terminal Bus Blok M pun diresmikan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. 

Menjadi Tempat Nongkrong Anak Muda

Popularitas Blok M semakin meningkat pada era 1970-an hingga 1990-an. Kawasan ini dipenuhi pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan lokasi berkumpul anak muda. 

Fenomena Lintas Melawai, misalnya, dikenal sebagai budaya anak muda yang datang untuk berjalan-jalan sekaligus menunjukkan gaya berpakaian mereka.

Menurut laporan detikcom, popularitas Blok M juga terekam dalam film Blok M pada 1990 yang mengangkat slogan “Bakal Lokasi Mejeng”. 

Kehadiran pusat perbelanjaan seperti Aldiron Plaza, Pasaraya, dan Mal Blok M turut memperkuat citra kawasan ini sebagai pusat belanja dan hiburan.

Sempat Meredup, Kini Kembali Ramai

Memasuki era 2000-an, popularitas Blok M menghadapi tantangan seiring berkembangnya pusat perbelanjaan baru di Jakarta. 

Namun, kawasan ini kembali menarik perhatian masyarakat melalui perkembangan kuliner, kafe, ruang kreatif, dan kemudahan akses transportasi umum, termasuk MRT Jakarta.

Kini, Blok M bukan hanya tempat berbelanja atau mencari makanan viral. Kawasan ini juga menjadi ruang pertemuan berbagai generasi, dari mereka yang mengenang era Lintas Melawai hingga anak muda yang berburu kuliner dan tempat nongkrong populer.

Share.