Vokers, Greenpeace Indonesia punya cara lain untuk menyampaikan kritik terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain membentangkan spanduk di Patung Bundaran Hotel Indonesia (HI), Greenpeace juga menyiapkan karangan bunga virtual dengan pesan yang tak kalah tajam.

Dalam gambar karangan bunga virtual tersebut, terdapat tulisan “Elite Berpesta, Rakyat Menderita”. Pesan itu disertai kalimat, “Selamat bertahan hidup di tengah harga kebutuhan yang membebani dan ancaman krisis iklim yang makin nyata.”

Karangan bunga tersebut juga memuat keterangan “WNI yang bertahan”. Melalui pesan ini, kritik diarahkan pada kondisi masyarakat yang harus menghadapi tekanan biaya hidup sekaligus ancaman perubahan iklim.

Karangan bunga virtual yang dibuat Greenpeace

Sebelumnya, Greenpeace membentangkan dua spanduk di Bundaran HI, yakni “Bencana Makin Parah, Hidup makin Susah. Apa Kerja Pemerintah?” dan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”. Aksi tersebut menjadi bentuk kritik terhadap persoalan lingkungan dan kondisi ekonomi masyarakat.

Ketua Tim Kampanye Sosial & Ekonomi Greenpeace Indonesia, Atha Rasyadi, juga mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi yang diklaim pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ia menilai pertumbuhan ekonomi tidak seharusnya hanya menguntungkan segelintir pihak, terlebih jika lingkungan ikut dikorbankan.

Kehadiran karangan bunga virtual ini menambah cara Greenpeace menyampaikan kritik kepada pemerintah. Masyarakat dapat melihat pesan yang ditampilkan melalui materi kampanye tersebut, sementara informasi mengenai mekanisme partisipasi publik perlu merujuk pada tautan resmi yang disediakan Greenpeace.

Bagi Vokers, karangan bunga ini bukan sekadar ucapan seperti yang biasa ditemukan dalam acara perayaan. Pesan yang ditampilkan justru menjadi sindiran terhadap persoalan biaya hidup dan krisis iklim yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Share.